Berita

Tradisi Unik Bali Pantang Menyeberang Jalan Sebelum Ikut Barisan Nganten

February 7, 2018
Tradisi Unik Bali Pantang Menyeberang Jalan Seb

Tradisi Unik Bali Pantang Menyeberang Jalan Sebelum Ikut Barisan Nganten

Melirik jenis tradisi pernikahan masal atau yang sering disebut dengan nganten masal yang mana tradisi ini telah turun temurun ada sejak ratusan tahun yang lalu. Tradisi ini ada sejak berdirinya sebuah desa yang diberi nama dengan Desa Desa Pakraman Pengotan. Tentunya dapat diambil kesimpulan bahwa tradisi sejak ratusan tahun silam sebagaimana desa terbut ada sejak berabad-abad silam.

Hukum adat yang ada di desa ini tentang nganten masal memang sering diadakan dua kali setiap satu tahun dalam kalender bali. Bulan berlangsungnya acara ini yaitu pada sasi kapat atau bulan keempat dan juga sai ke dasa atau bulan ke sepuluh. Namun jika ada halangan maka acara ini bisa saja diundur.

Beberapa Penjelasan Mengenai Tradisi Nganten Masal

Prosesi Pernikahan

Proses nganten masal ini biasanya dilakukan oleh 10 desa yang mana bertujuan agar bisa meringankan biasanya yang ada untuk proses pernikahan. Bahkan biaya pada saat acara berlangsung menjadi tanggung jawab dari pihak adat kecuali untuk acara cacat yang mana membutuhkan sapi. Sapi yang akan dibeli hanya satu ekor dan akan bergantung dengan jumlah pasangan pengantin yang ada.

Semakin banyak jumlah pengantin maka yang akan dibayarkan setiap pengantin juga akan semakin sedikit. Harga sapi nantinya akan dibagi menjadi jumlah pengantinnya. Jika 20 pengantin maka harga akan di bagi menjadi 20 bagian. Jika sudah akan tiba sasi kapat atau bulan ke empat dan juga sasi kadasa atau sasi ke 10 maka selanjutnya ada diberikan pengumuman akan adanya nganten masal.

Sanksi Atas Pelanggaran

Mengenai persoalan sanksi yang ada ditujukan bagi yang melanggar. Sebagaimana contoh jika sebelum prosesi adat nganten bahkan adat bakti pakandelan mempelai wanita sudah hamil. Maka akan ada sanksi yang akan diterima yang mana diharuskan membayar 45 ribu per bulannya. Sanksi ini bisa dibayar 3 kali pada bulan yang sudah diatur.

Semua calon pengantin juga harus melakukan rangkaian adat yang sudah ditentukan. Jika tidak melakukannya maka akan ada sanksi yaitu para mempelai tidak boleh melakukan sembahyang di semua pura yang ada di sana.

Dari cerita tradisi dari Bali ini maka bisa diketahui bahwa setiap daerah yang ada di Indonesia memiliki cara sendiri. Dan bagi yang melanggar aturan adat maka wajib untuk membayar sanksi yang sesuai dengan aturan ada.

Baca juga artikel terbaru kami sebelumnya mengenai wanita yang mensosialisasikan kebaya di lokasi sejarah ambarawa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *